Mushalla belum siap, tidak jadi halangan untuk shalat berjama’ah.
sekitar 375 siswa MTsN IV Angkat Candung buru-buru mancari tempat shalat
ketika waktu Zuhur telah masuk, mereka mencari tempat yang paling depan
untuk shalat. Dengan shalat di bagian paling depan akan mendapat pahala
yang lebih tinggi dari yang lain, karena mushalat belum ada sebagai
tempat shalat yang layak, tempat shalat sekarang tidak bisa menampung
seluruh siswa untuk melakukan shalat berjamaah sekaligus, untuk itu
siswa terpaksa shalat dilakukan secara bergantian di dua tempat, di
Pustaka dan Surai Kariang dekat sawah masyarakat.
Murid-murid perempuan shalat berjamaah di Ruang Perpustakaan, sedang siswa laki-laki shalat berjamaah di surau Masyarakat dipinggi desa dekat sawah masyarakat.
Walau shalat berjamaah sudah dilaksanakan di dua tempat, tetapi pelaksanaannya tidak bisa dilakukan sekaligus, jumlah siswa memelebihi kapasitas mushala dan pustaka, sehingga pelaksanaan shalat berjamaah bisa 3 samapi 4 kali.
Murid-murid perempuan shalat berjamaah di Ruang Perpustakaan, sedang siswa laki-laki shalat berjamaah di surau Masyarakat dipinggi desa dekat sawah masyarakat.
Walau shalat berjamaah sudah dilaksanakan di dua tempat, tetapi pelaksanaannya tidak bisa dilakukan sekaligus, jumlah siswa memelebihi kapasitas mushala dan pustaka, sehingga pelaksanaan shalat berjamaah bisa 3 samapi 4 kali.