MTsN 7 Agam MTsN 7 Agam MTsN 7 Agam MTsN 7 Agam MTsN 7 Agam MTsN 7 Agam MTsN 7 Agam MTsN 7 Agam
Monday, March 26, 2012
Nambah Ilmu dengan Lomba
Tiga Siswa MTsN IV Angkat Candung mengikuti "Lomba Nyanyi Tingkat SMP" yang dilaksanakan di SMPN 1 Baso Kabupaten Agam. Pada Lomba tersebut MTsN IV Angkat Candung mengirim 3 orang peserta yang merupakan andalan nyanyi di MTsN IV Angkat Candung, yaitu Sakti kelas VIII, Indah dan Afifah kelas VII. Penampilan yang memukau dari siswa tersebut mengagumkan para penonton yang hadir, namun hari itu masih merupakan pengalaman bagi mereka, karena juara belum bisa diraih dan dibawa pulang (irw)
Saturday, February 11, 2012
Panen Jagung Manis
![]() |
| Guru MTsN IV Angkat Candung Tanam Jagung untuk Mushalla |
Guru harus banyak akal supaya siswa jadi pintar. Tapi di MTsN IV Angkat
Candung Kab Agam, akal guru bukan hanya untuk menjadikan siswa pintar,
tetapi juga bagaimana supaya mushalla yang sedang dibangun cepat bisa
dipergunakan. Berbagai cara dilakukan, mulai dari menghimpun donatur,
mengumpulkan sumbangan hingga mengadakan tablik akbar.
Salah satu terobosan yang terbilang unik dilakukan oleh guru adalah dengan berkebun jagung. Terobosan ini dikatakan unik karena luas lahan yang dijadikan ladang hanya berukuran lebih kurang 8 X 10 meter. Kecil sekali untuk ukuran kebun. Namun berkat keyakinan bahwa setiap usaha pasti ada hasilnya, lahan itu tetap di olah. Guru-guru, dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah Hj Yesimakhmi, S. Pd. dengan penuh semangat menggulung kaki celana dan membuka kaus kaki, menggarap dan menanami lahan sempit itu. Tak terasa waktu berlalu, tiga bulan setelah benih disemai, jagung siap dipanen.Tukang pergedel datang menawar. Guru-guru tak mau menjual karena tukang pergedel membeli perkarung. Kalau dijual, paling dapat lima karung. Berapalah uangnya.
Akhirnya, guru-guru berinisiatif membeli sendiri hasil kebun mereka. Guru yang punya anak banyak, membeli dua puluh tongkol, yang punya anak sedikit membeli sepuluh tongkol. Membeli empat puluh tongkol juga boleh. Setongkalnya seribu rupiah. Ternyata jagung belum habis, maka ada guru yang berinisiatif mengolah jagung jadi makanan jadi, yaitu lapek jaguang. Guru-gurupun berebutan membelinya. Lapek jaguang yang dibungkus dengan kulit jagung itu dijual dua ribu rupiah sebungkus.
Salah satu terobosan yang terbilang unik dilakukan oleh guru adalah dengan berkebun jagung. Terobosan ini dikatakan unik karena luas lahan yang dijadikan ladang hanya berukuran lebih kurang 8 X 10 meter. Kecil sekali untuk ukuran kebun. Namun berkat keyakinan bahwa setiap usaha pasti ada hasilnya, lahan itu tetap di olah. Guru-guru, dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah Hj Yesimakhmi, S. Pd. dengan penuh semangat menggulung kaki celana dan membuka kaus kaki, menggarap dan menanami lahan sempit itu. Tak terasa waktu berlalu, tiga bulan setelah benih disemai, jagung siap dipanen.Tukang pergedel datang menawar. Guru-guru tak mau menjual karena tukang pergedel membeli perkarung. Kalau dijual, paling dapat lima karung. Berapalah uangnya.
Akhirnya, guru-guru berinisiatif membeli sendiri hasil kebun mereka. Guru yang punya anak banyak, membeli dua puluh tongkol, yang punya anak sedikit membeli sepuluh tongkol. Membeli empat puluh tongkol juga boleh. Setongkalnya seribu rupiah. Ternyata jagung belum habis, maka ada guru yang berinisiatif mengolah jagung jadi makanan jadi, yaitu lapek jaguang. Guru-gurupun berebutan membelinya. Lapek jaguang yang dibungkus dengan kulit jagung itu dijual dua ribu rupiah sebungkus.

Usaha guru ternyata tak sia-sia. Lahan yang semula tak produktif tersebut, berhasil mengumpulkan uang sebanyak Rp. 590.000,-. Menurut Drs. Hadrial, Wakil Kepala bidang sarana MTsN IV Angkat Candung, panen Februari lalu, merupakan panen kedua dilahan tersebut. Panen sebelumnya bulan Oktober, jagung berhasil terjual Rp. 553.000,-. Tidak banyak memang, jika dibandingkan dengan kebutuhan dana untuk tuntasnya pembangunan mushalla yang baru 40% selesai.
“Namun kesungguhan mereka mencurahkan segenap pikiran untuk pembangunan mushalla, itu yang patut dihargai,” ujar Kepala MTsN IV Angkat Candung Hj. Yesimakhmi, S. Pd. (hardiyusri)
Tuesday, January 24, 2012
BEASISWA KEDUA TELAH CAIR

PENCAIRAN BEASISWA KEDUA
Selanjutnya kepala MTsN menganjurkan kepada siswa supaya penggunaan dana ini benar-benar untuk kebutuhan penting pendidikan, terutama siswa kelas IX sekarang akan melaksanakan TryOut dan Pra UN, gunakan dana ini untuk menunjang kegiatan tersebut, jangan sampai terkendala dengan alan tidak ada dana.
Wednesday, November 30, 2011
MTsN Sibuk Membangun

Lantai Musalla MTsN IV Angkat Candung Siap untuk dicor

Pembangunan Lokal Baru di Samping Pustaka

Perbaiki Jalan Masuk Untuk Memperkuat Badan Jalan
Thursday, August 4, 2011
MUSHALLA BELUM SIAP, PUSTAKA DAN LOKAL JADI MUSHALLA
Mushalla belum siap, tidak jadi halangan untuk shalat berjama’ah.
sekitar 375 siswa MTsN IV Angkat Candung buru-buru mancari tempat shalat
ketika waktu Zuhur telah masuk, mereka mencari tempat yang paling depan
untuk shalat. Dengan shalat di bagian paling depan akan mendapat pahala
yang lebih tinggi dari yang lain, karena mushalat belum ada sebagai
tempat shalat yang layak, tempat shalat sekarang tidak bisa menampung
seluruh siswa untuk melakukan shalat berjamaah sekaligus, untuk itu
siswa terpaksa shalat dilakukan secara bergantian di dua tempat, di
Pustaka dan Surai Kariang dekat sawah masyarakat.
Murid-murid perempuan shalat berjamaah di Ruang Perpustakaan, sedang siswa laki-laki shalat berjamaah di surau Masyarakat dipinggi desa dekat sawah masyarakat.
Walau shalat berjamaah sudah dilaksanakan di dua tempat, tetapi pelaksanaannya tidak bisa dilakukan sekaligus, jumlah siswa memelebihi kapasitas mushala dan pustaka, sehingga pelaksanaan shalat berjamaah bisa 3 samapi 4 kali.
Murid-murid perempuan shalat berjamaah di Ruang Perpustakaan, sedang siswa laki-laki shalat berjamaah di surau Masyarakat dipinggi desa dekat sawah masyarakat.
Walau shalat berjamaah sudah dilaksanakan di dua tempat, tetapi pelaksanaannya tidak bisa dilakukan sekaligus, jumlah siswa memelebihi kapasitas mushala dan pustaka, sehingga pelaksanaan shalat berjamaah bisa 3 samapi 4 kali.
Subscribe to:
Posts (Atom)



