Monday, March 26, 2012

Bupati Agam Dukung Siswa Menghafal AlQuran

Rombongan Bupati Agam, Kakanmenag Kab. Agam shalat bersama di Mushalla baru MTsN IV Angkat Candung.

Dalam rangka memantau pelaksanaan UAS di Sekolah dan Madrasah di Kabupaten Agam, Bupati Agam bersama Kepala Kementerian Agama Kabupaten Agam mengunjungi MTsN IV Angkat Candung(19/3). Dalam kesempatan itu rombongan Bupati Agam langsung meninjau WC siswa dan memantau kebersihan lingkungan MTsN IV Angkat Candung kemudian menyempatkan diri shalat Zuhur berjamaah di mushalla baru MTsN bersama siswa dan keluarga besar MTsN.
Usai shalat berjamaah kakamenag Agam yang baru menjabat lima belas hari Drs. H. Asra Faber, MM mengungkapkan bahwa kehadiran Bapak Bupati di MTsN Kita ini merupakan suatu kegembiraan bagi kita bersama.

Kepala MTsN IV Angkat Candung Bersama Bapak Bupati Agam Indra Catri 
dan Kakamenag Asra Faber

Bupati Agam Indra Catri usai shalat zuhur berjamaah dalam wejangannya mengungkapkan syukur kepada Allah karena diberi kesempatan  bertemu dengan warga MTsN IV Angkat Candung di Madrasah yang sejuk luar biasa. Beliau mengharapkan madrasah ini terus maju, dan siswa dianjurkan bermimpi, bercita-citalah karena mimpi itu adalah doa. Kalau kita tidak pernah bermimpi kita tidak akan jadi apa-apa. Bermimpi sama dengan mempunyai visi, visinya untuk menjadi orang baik, syaratnya menjadi orang baik ada tiga harus punya ilmu, harus tahu agama, dan membaca merupakan kunci untuk tahu dengan agama, sesuai dengan program Kabupaten Agam yaitu Magrib gemar mengaji, kembali ke mesjid, Agam menyemai, Bebas buta huruf baca Alquran.



Di sela pembicaraannya Bupati Agam memberikan uang lima ratus ribu rupiah untuk dua siswa yang telah hafal Alquran juzz 30 masing-masing lima ratus ribu rupiah kepada Mario dan nnn. Kepala MTsN Hj. Yesimakhmi, S.Pd mengungkapkan pemberian hadiah ini merupakan spirit ini sangat berharga sekali bagi siswa untuk memacu prestasinya di masa yang akan datang.
Selanjutnya Kepala Kementerian Agama Kabupaten Agam menegaskan kepada segenap jajaran madrasah agar selalu memperhatikan kemampuan siswa dalam menghafal alquran, dalam kesempatan itu beliau menganjutkan “one day one ayat”. Dengan menghafal  satu ayat satu hari, siswa akan hafal ayat 365 ayat dalam satu tahun. Selama siswa berada di Madrasah mereka akan hafal ayat 3 x 365 ayat atau sekitar 1095 ayat. (irw)

Lomba Pansusbra

Pasukan Pengibar Bendera MTsN IV Angkat Candung bersiap mengikuti lomba "Pengibaran Bendera" di SMPN 1 Baso 
Dalam rangka Ulang Tahun SMPN 1 Baso, SMP tersebut mengadakan lomba penaikan bendera merah putih di halaman SMPN Negeri. Lomba ini sangat memancing siswa MTsN untuk ikut acara tersebut untuk menguji kemampuan Paski yang mereka miliki. Pada kesempatan itu mereka mengkuti dua kegiatan yaitu Lomba Paski dan Lomba Nyanyi yang diadakan pada hari yang sama yaitu Hari Minggu Tanggal 25 Maret 2012.
Menurut Rizki yang merupakan salah satu anggota Paski, dan juga ketua Osis MTsN IV Angkat Candung. Banyak hal yang harus kita pelajari dari Lomba ini. Cara yang semula belum tepat. Di sini ada hal baru yang dapat kita ambil.
Dalam lomba ini ada beberapa hal yang menjadi tantangan anak-anak, yaitu kekompkan, kedisiplinan, ketepatan waktu. Namun dalam lomba kali ini MTsN masih belum bisa memeneg waktu dengan baik. Moga di masa mendatang cara mengibarkan bendera lebih baik lagi (irw).

Nambah Ilmu dengan Lomba

Tiga Siswa MTsN IV Angkat Candung mengikuti "Lomba Nyanyi Tingkat SMP" yang dilaksanakan di SMPN 1 Baso Kabupaten Agam. Pada Lomba tersebut MTsN IV Angkat Candung mengirim 3 orang peserta yang merupakan andalan nyanyi di MTsN IV Angkat Candung, yaitu Sakti kelas VIII, Indah dan Afifah kelas VII. Penampilan yang memukau dari siswa tersebut mengagumkan para penonton yang hadir, namun hari itu masih merupakan pengalaman bagi mereka, karena juara belum bisa diraih dan dibawa pulang (irw)

Saturday, February 11, 2012

Panen Jagung Manis



Guru MTsN IV Angkat Candung
Tanam Jagung untuk Mushalla
Guru harus banyak akal supaya siswa jadi pintar. Tapi di MTsN IV Angkat Candung Kab Agam, akal guru bukan hanya untuk menjadikan siswa pintar, tetapi juga bagaimana supaya mushalla yang sedang dibangun cepat bisa dipergunakan. Berbagai cara dilakukan, mulai dari menghimpun donatur, mengumpulkan sumbangan hingga mengadakan tablik akbar.
Salah satu terobosan yang terbilang unik dilakukan oleh guru adalah dengan berkebun jagung. Terobosan ini dikatakan unik karena luas lahan yang dijadikan ladang hanya berukuran lebih kurang 8 X 10 meter. Kecil sekali untuk ukuran kebun. Namun berkat keyakinan bahwa setiap usaha pasti ada hasilnya, lahan itu tetap di olah. Guru-guru, dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah Hj Yesimakhmi, S. Pd. dengan penuh semangat menggulung kaki celana dan membuka kaus kaki, menggarap dan menanami lahan sempit itu. Tak terasa waktu berlalu, tiga bulan setelah benih disemai, jagung siap dipanen.Tukang pergedel datang menawar. Guru-guru tak mau menjual karena tukang pergedel membeli perkarung. Kalau dijual, paling dapat lima karung. Berapalah uangnya.
Akhirnya, guru-guru berinisiatif membeli sendiri hasil kebun mereka. Guru yang punya anak banyak, membeli dua puluh tongkol, yang punya anak sedikit membeli sepuluh tongkol. Membeli empat puluh tongkol juga boleh. Setongkalnya seribu rupiah. Ternyata jagung belum habis, maka ada guru yang berinisiatif mengolah jagung jadi makanan jadi, yaitu lapek jaguang. Guru-gurupun berebutan membelinya. Lapek jaguang yang dibungkus dengan kulit jagung itu dijual dua ribu rupiah sebungkus.

Usaha guru ternyata tak sia-sia. Lahan yang semula tak produktif tersebut, berhasil mengumpulkan uang sebanyak Rp. 590.000,-. Menurut Drs. Hadrial, Wakil Kepala bidang sarana MTsN IV Angkat Candung, panen Februari lalu, merupakan panen kedua dilahan tersebut. Panen sebelumnya bulan Oktober, jagung berhasil terjual Rp. 553.000,-. Tidak banyak memang, jika dibandingkan dengan kebutuhan dana untuk tuntasnya pembangunan mushalla yang baru 40% selesai.
“Namun kesungguhan mereka mencurahkan segenap pikiran untuk pembangunan mushalla, itu yang patut dihargai,” ujar Kepala MTsN IV Angkat Candung Hj. Yesimakhmi, S. Pd. (hardiyusri)

Tuesday, January 24, 2012

BEASISWA KEDUA TELAH CAIR


PENCAIRAN BEASISWA KEDUA
Beasiswa yang dicairkan melalui dua tahap sekarang tahap II sudah dapat digunakan oleh siswa untuk kebutuhan siswa. Hal itu yang disampaikan oleh Kepala MTsN IV Angkat Candung di depan siswa-siswa MTsN yang menerima beasiswa tersebut.
Selanjutnya kepala MTsN menganjurkan kepada siswa supaya penggunaan dana ini benar-benar untuk kebutuhan penting pendidikan, terutama siswa kelas IX sekarang akan melaksanakan TryOut dan Pra UN, gunakan dana ini untuk menunjang kegiatan tersebut, jangan sampai terkendala dengan alan tidak ada dana.