Saturday, February 11, 2012

Panen Jagung Manis



Guru MTsN IV Angkat Candung
Tanam Jagung untuk Mushalla
Guru harus banyak akal supaya siswa jadi pintar. Tapi di MTsN IV Angkat Candung Kab Agam, akal guru bukan hanya untuk menjadikan siswa pintar, tetapi juga bagaimana supaya mushalla yang sedang dibangun cepat bisa dipergunakan. Berbagai cara dilakukan, mulai dari menghimpun donatur, mengumpulkan sumbangan hingga mengadakan tablik akbar.
Salah satu terobosan yang terbilang unik dilakukan oleh guru adalah dengan berkebun jagung. Terobosan ini dikatakan unik karena luas lahan yang dijadikan ladang hanya berukuran lebih kurang 8 X 10 meter. Kecil sekali untuk ukuran kebun. Namun berkat keyakinan bahwa setiap usaha pasti ada hasilnya, lahan itu tetap di olah. Guru-guru, dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah Hj Yesimakhmi, S. Pd. dengan penuh semangat menggulung kaki celana dan membuka kaus kaki, menggarap dan menanami lahan sempit itu. Tak terasa waktu berlalu, tiga bulan setelah benih disemai, jagung siap dipanen.Tukang pergedel datang menawar. Guru-guru tak mau menjual karena tukang pergedel membeli perkarung. Kalau dijual, paling dapat lima karung. Berapalah uangnya.
Akhirnya, guru-guru berinisiatif membeli sendiri hasil kebun mereka. Guru yang punya anak banyak, membeli dua puluh tongkol, yang punya anak sedikit membeli sepuluh tongkol. Membeli empat puluh tongkol juga boleh. Setongkalnya seribu rupiah. Ternyata jagung belum habis, maka ada guru yang berinisiatif mengolah jagung jadi makanan jadi, yaitu lapek jaguang. Guru-gurupun berebutan membelinya. Lapek jaguang yang dibungkus dengan kulit jagung itu dijual dua ribu rupiah sebungkus.

Usaha guru ternyata tak sia-sia. Lahan yang semula tak produktif tersebut, berhasil mengumpulkan uang sebanyak Rp. 590.000,-. Menurut Drs. Hadrial, Wakil Kepala bidang sarana MTsN IV Angkat Candung, panen Februari lalu, merupakan panen kedua dilahan tersebut. Panen sebelumnya bulan Oktober, jagung berhasil terjual Rp. 553.000,-. Tidak banyak memang, jika dibandingkan dengan kebutuhan dana untuk tuntasnya pembangunan mushalla yang baru 40% selesai.
“Namun kesungguhan mereka mencurahkan segenap pikiran untuk pembangunan mushalla, itu yang patut dihargai,” ujar Kepala MTsN IV Angkat Candung Hj. Yesimakhmi, S. Pd. (hardiyusri)

Tuesday, January 24, 2012

BEASISWA KEDUA TELAH CAIR


PENCAIRAN BEASISWA KEDUA
Beasiswa yang dicairkan melalui dua tahap sekarang tahap II sudah dapat digunakan oleh siswa untuk kebutuhan siswa. Hal itu yang disampaikan oleh Kepala MTsN IV Angkat Candung di depan siswa-siswa MTsN yang menerima beasiswa tersebut.
Selanjutnya kepala MTsN menganjurkan kepada siswa supaya penggunaan dana ini benar-benar untuk kebutuhan penting pendidikan, terutama siswa kelas IX sekarang akan melaksanakan TryOut dan Pra UN, gunakan dana ini untuk menunjang kegiatan tersebut, jangan sampai terkendala dengan alan tidak ada dana.

Wednesday, November 30, 2011

MTsN Sibuk Membangun


Lantai Musalla MTsN IV Angkat Candung Siap untuk dicor
Setelah hampir setahun pelaksanaan pembangunan Musalla MTsN IV Angkat Candung, sekarang telah sampai pada pencoran lantai pertama, pekerjaan pembangunan musalla ini terhenti selama 21 hari dalam rangka memperkuat lantai dua setelah dicor. Setelah pencoran lantai pekerjaan dihentikan sementara supaya coran tidak terganggu.
Pembangunan Lokal Baru di Samping Pustaka
Perbaiki Jalan Masuk Untuk Memperkuat Badan Jalan

Thursday, August 4, 2011

MUSHALLA BELUM SIAP, PUSTAKA DAN LOKAL JADI MUSHALLA


Kondisi Bangunan Mushall MTsN IV Angkat Candung
Mushalla belum siap, tidak jadi halangan untuk shalat berjama’ah. sekitar 375 siswa MTsN IV Angkat Candung buru-buru mancari tempat shalat ketika waktu Zuhur telah masuk, mereka mencari tempat yang paling depan untuk shalat. Dengan shalat di bagian paling depan akan mendapat pahala yang lebih tinggi dari yang lain, karena mushalat belum ada sebagai tempat shalat yang layak, tempat shalat sekarang tidak bisa menampung seluruh siswa untuk melakukan shalat berjamaah sekaligus, untuk itu siswa terpaksa shalat dilakukan secara bergantian di dua tempat, di Pustaka dan Surai Kariang dekat sawah masyarakat.
Situasi siswa yang shalat berjam'ah di ruang pustaka
Murid-murid perempuan shalat berjamaah di Ruang Perpustakaan, sedang siswa laki-laki shalat berjamaah di surau Masyarakat dipinggi desa dekat sawah masyarakat.
Lokasi Shalat Siswa Laki-laki di Surau Kariang
Walau shalat berjamaah sudah dilaksanakan di dua tempat, tetapi pelaksanaannya tidak bisa dilakukan sekaligus, jumlah siswa memelebihi kapasitas mushala dan pustaka, sehingga pelaksanaan shalat berjamaah bisa 3 samapi 4 kali.