MTsN 7 Agam MTsN 7 Agam MTsN 7 Agam MTsN 7 Agam MTsN 7 Agam MTsN 7 Agam MTsN 7 Agam MTsN 7 Agam
Thursday, June 21, 2012
Tuesday, June 5, 2012
Duha Gerbang Pembelajaran MTsN IV Angkat Candung
Shalat Dhuha di MTsN IV Angkatan Candung adalah salah ibadah yang harus dilaksanakan oleh segenap keluaraga kecil MTsN IV Angkatan Candung dan merupakan ibadah yang mengawali semua kegiatan dan pembelajaran di MTsN yang terletak di Candung Kabupaten Agam.
Sebelum mushala selesai dikerjakan shalat dhuha dilaksanakan di lokal bekas kelas IX, karena kelas IX telah selesai melaksanakan UN dan tidak ada lagi pembelajaran untuk kelas IX di MTsN IV Angkatan Candung. Shlat dhaha dilaksanakan di 4 lokal bekas kelas IX. Dua lokal untuk siswa perempuan dan 2 lokal untuk siswa laki-laki.
Untuk siswa perempuan dibagi dua lokal kelas VII dan kelas VIII, begitu juga dengan anak laki-laki pelaksanaan shalat dhuha di pada dua lokal kelas VII dan kelas VIII, pelaksanaan shalat dhuha di lokal dilakukan hanya sementara sampai lantai mushalla selesai. Mudah-mudahan semakin banyak donatur menyumbangkan uang ke mushalla maka penyelesaian mushala akan cepat selesai.
Selesai melaksanakan shalat dhuha, siswa menandatangani absen dan menyumbang seadanya untuk memperlancar pembangunan, kegiatan ini dilakukan tiada hentinya. Mungkin pada Madrasah lain sumbangan diberikan untuk membeli mobil sekolah tetapi di MTsN IV Angkatan Candung, sumbangan anak-anak dan guru digunakan untuk membangun mushala yang sangat diimpikan oleh masyarakat MTsN IV Angkat Candung.
“Barangsiapa mengerjakan shalat Dhuha dua rakaat, maka dia tidak ditetapkan termasuk orang-orang yang lengah. Barangsiapa shalat empat rakaat, maka dia tetapkan termasuk orang-orang yang ahli ibadah. Barangsiapa mengerjakan enam rakaat maka akan diberikan kecukupan pada hari itu. Barangsiapa mengerjakan delapan rakaat, maka Allah menetapkannya termasuk orang-orang yang tunduk dan patuh. Dan barangsiapa mengerjakan shalat dua belas rakaat, maka Allah akan
membangunkan baginya sebuah rumah di Surga. Dan tidaklah satu hari dan tidak juga satu malam, melainkan Allah memiliki karunia yang danugerahkan kepada hamba-hamba-Nya sebagai sedekah. Dan tidaklah Allah memberikan karunia kepada seseorang yang lebih baik daripada mengilhaminya untuk selalu ingat kepada-Nya” (Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani).
Shalat dhuha atau awwab adalah shalat sunnat yang dilakukan seorang muslim ketika waktu dhuha. Waktu dhuha adalah waktu ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul tujuh pagi) hingga waktu dzuhur. Jumlah raka’at shalat dhuha bisa dengan 2,4,8 atau 12 raka’at. Dan dilakukan dalam satuan 2 raka’at sekali salam.
“Barang siapa shalat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana disurga”
(H.R. Tarmiji dan Abu Majah)
Sebelum mushala selesai dikerjakan shalat dhuha dilaksanakan di lokal bekas kelas IX, karena kelas IX telah selesai melaksanakan UN dan tidak ada lagi pembelajaran untuk kelas IX di MTsN IV Angkatan Candung. Shlat dhaha dilaksanakan di 4 lokal bekas kelas IX. Dua lokal untuk siswa perempuan dan 2 lokal untuk siswa laki-laki.
Untuk siswa perempuan dibagi dua lokal kelas VII dan kelas VIII, begitu juga dengan anak laki-laki pelaksanaan shalat dhuha di pada dua lokal kelas VII dan kelas VIII, pelaksanaan shalat dhuha di lokal dilakukan hanya sementara sampai lantai mushalla selesai. Mudah-mudahan semakin banyak donatur menyumbangkan uang ke mushalla maka penyelesaian mushala akan cepat selesai.
Selesai melaksanakan shalat dhuha, siswa menandatangani absen dan menyumbang seadanya untuk memperlancar pembangunan, kegiatan ini dilakukan tiada hentinya. Mungkin pada Madrasah lain sumbangan diberikan untuk membeli mobil sekolah tetapi di MTsN IV Angkatan Candung, sumbangan anak-anak dan guru digunakan untuk membangun mushala yang sangat diimpikan oleh masyarakat MTsN IV Angkat Candung.
Keutamaan Shalat Dhuha
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Barangsiapa mengerjakan shalat Dhuha dua rakaat, maka dia tidak ditetapkan termasuk orang-orang yang lengah. Barangsiapa shalat empat rakaat, maka dia tetapkan termasuk orang-orang yang ahli ibadah. Barangsiapa mengerjakan enam rakaat maka akan diberikan kecukupan pada hari itu. Barangsiapa mengerjakan delapan rakaat, maka Allah menetapkannya termasuk orang-orang yang tunduk dan patuh. Dan barangsiapa mengerjakan shalat dua belas rakaat, maka Allah akan
membangunkan baginya sebuah rumah di Surga. Dan tidaklah satu hari dan tidak juga satu malam, melainkan Allah memiliki karunia yang danugerahkan kepada hamba-hamba-Nya sebagai sedekah. Dan tidaklah Allah memberikan karunia kepada seseorang yang lebih baik daripada mengilhaminya untuk selalu ingat kepada-Nya” (Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani).
Shalat dhuha atau awwab adalah shalat sunnat yang dilakukan seorang muslim ketika waktu dhuha. Waktu dhuha adalah waktu ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul tujuh pagi) hingga waktu dzuhur. Jumlah raka’at shalat dhuha bisa dengan 2,4,8 atau 12 raka’at. Dan dilakukan dalam satuan 2 raka’at sekali salam.
“Barang siapa shalat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana disurga”
(H.R. Tarmiji dan Abu Majah)
Monday, June 4, 2012
Pembangunan Mushalla Terus Berlanjut
Pembangunan Mushalla MTsN IV Angkat Candung terus berlanjut setiap hari, berbagai segi dibenahi dan diperhalus, tonggak diplaster dan diaci, relif dipercantik. Pekerja mushalla dengan tidak mengenal lelah terus dengan ceria membersihkan bagian-bagian yang belum keliatan cantik.
Pekerja sedang Membenahi Bagian Mushalla
Saturday, May 26, 2012
Pendidikan Karakter Dimulai Dari Orang Dewasa
Pendidikan Berkarakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga madrasah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan
tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai yang baik dan terpuji tersebut, baik terhadap Tuhan
Yang Maha Esa (YME), diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan
sehingga menjadi manusia insan kamil. Dalam pendidikan karakter di Madrasah, semua komponen (stakeholders) harus dilibatkan,
termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum,
proses pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan, penanganan atau
pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas
atau kegiatan ko-kurikuler, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan,
dan ethos kerja seluruh warga dan lingkungan sekolah.
Halaman MTsN IV Angkat Candung
Ruang Majelis Guru
Karakter tidak akan dapat diterapkan bila tidak dicontohkan oleh orang dewasa. Orang dewasalah yang tahu karakter yang baik, karakter yang harus dipunyai oleh anak didiknya. Siswa tidak akan dapat menerapkan karakter dan tidak tahu karakter yaang mana yang akan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, inilah fungsi orang dewasa dalam menanamkan pendidikan berkarakter yaitu melalui pencontohan langsung.
Friday, May 25, 2012
Merencanakan Kolam Adiwiyata Untuk Mushalla
Keadaan Mushalla Tanggal 21 Mei 2012
Mushalla MTsN IV Angkat Candung telah digunakan untuk sarana ibadah siswa, namun pembangunannya belum sempurna, karena terdapat kekurangan sarana pendukung di sana sini seperti belum ada tempat beruduk siswa laki-laki dan siswa perempuan.
Pagi ini (21/5) kepala MTsN IV Angkat Candung Hj. Yesimakhmi, S.Pd bersama Komite menentukan pembangunan tempat beruduk. Dari pembicaraan tersebut di dapat kesepakatan bahwa tempat beruduk dibangun di halaman mushalla, tempat beruduk di tempat terbuka sedangkan aliran air akan ditampung nantinya di kolam di sebelah migrab.
Sementara itu kondisi mushalla sedang pengerjaan pemasangan granik, dan pekerjaan itu 80% parsen selesai untuk lantai I, sementara karena mushalla tidak didinding, ada burung layang-layang yang mmbuat tempat bermalam di dalam mushalla.
Kepala madrasah Ibuk Hj. Yesimakhmi, S.Pd dengan salah guru IPS Buk Elfabetti, S.Pd juga guru bahasa Indonesia Buk Rahmah, S.Pd sedang membersihkan lantai mushalla dari kotoran burung yang ditinggalkannya semalam.
Diharapkan setelah selesai lantai I ini siswa MTsN dapat mengerjakan Shalat Duha dan Shalat Zuhur secara bersama di Mushala ini. Dengan demikian mushalla ini menjadi tempat pusat pelaksanaan kegiatan ibadah dan pelajaran ibadah di MTsN IV Angkat Candung. Dan program MTsN IV Angkat Candung yang mencanangkan pengerjaan Shalat Duha sebelum melaksanakan Pembelajaran dan Pekerjaan terlaksana dengan baik.(Irw).
Subscribe to:
Posts (Atom)







